Ruang Keluarga

Ciptakan Ruang Keluarga Anda yang Nyaman dan Penuh Kehangatan.

Ruang Keluarga yang Artistik

Ciptakan Kenyamanan dan Keharmonisan Bersama Keluarga Anda.

Rumah Suasana Pantai

Ciptakan Keserasian Warna di Rumah Anda.

Kamar Mandi Artistik

Ciptakan Kehangatan dan Kenyamanan di Rumah Anda.

Kamar Tidur Suasana Pantai

Rumahku Adalah Syurga Bagiku.

Showing posts with label Tips Menghemat Anggaran Pembangunan Rumah Baru. Show all posts
Showing posts with label Tips Menghemat Anggaran Pembangunan Rumah Baru. Show all posts

Tips Menghemat Anggaran Pembangunan Rumah Baru (Bagian 2)

Banyak metode dilakukan untuk menghemat biaya saat membangun rumah, hal ini karena tidak semua orang mampu membangun rumah dengan dana yang fantastis, tak heran cara-cara alternatif banyak dicari untuk meminimalkan biaya membangun. Dalam merespon hal ini, di astudio baru-baru ini terdapat klien yang memiliki dana terbatas untuk membangun rumah, dan menghendaki untuk membangun rumah dengan dana terbatas, karena itu kami mencoba membantu dengan berbagai cara. Mungkin para pembaca bisa mengambil manfaat atau juga memberikan saran dan komentar, sebenarnya merupakan paduan dari pengetahuan desain arsitektur yang efektif biaya serta ilmu teknik sipil. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membangun dengan anggaran terbatas adalah pilihan-pilihan yang diambil dan merupakan konsekuensi dari anggaran terbatas, namun sedapat mungkin tidak mengurangi luasan bangunan yang dikehendaki, serta tetap menampilkan kualitas rancangan yang 'arsitektural'. Dalam hal ini pengertiannya adalah memiliki pertimbangan estetika yang didesain sejak awal sehingga meskipun murah tetap memiliki nilai secara estetika. Dalam hal ini ada beberapa pertimbangan yang bisa diambil:

Metode ini merupakan sistem membangun konvensional yang disederhanakan demi tujuan menekan biaya. Pemakaian material yang lebih murah daripada material yang biasanya dipakai. Material jenis ini cukup melimpah adanya, dan ada disekitar kita.

Tips Menghemat Anggaran Pembangunan Rumah :
1. Contoh pemakaian material misalnya dinding bata ekspos, memiliki nilai estetika berupa tekstur bata yang tidak diaci, dimana banyak orang merasa suka dengan jenis dinding bata ekspos ini, sehingga dipakai diseluruh area rumah. Dinding bata ekspos terlihat cantik meskipun ditumbuhi sedikit lumut. Jenis estetika yang bisa didapatkan dari dinding bata ekspos adalah kesan rustic atau pedesaan yang kuat. Dinding bata ekspos, bila memakai bata biasa juga bisa, hanya harus dibuat nat aciannya lebih halus, sehingga rapi. Bata ekspos khusus juga ada, namun harganya juga lebih mahal.

2.Dinding plaster tanpa plamir, dinding jenis ini menampilkan tekstur plaster adukan semen yang tidak ditutup plamir ataupun dicat. Dalam hal ini sama seperti dinding ekspos, memiliki jenis estetika rustic.

3.Lantai dari beton rabat atau plaster saja, tanpa dikeramik. Minus pemakaian keramik bisa menghemat biaya cukup banyak karena per meter bervariasi antara 30-200an ribu, biaya untuk membeli material keramik atau penutup lantai yang lain. Bila berencana untuk memakai karpet, maka bisa diplaster saja, tidak usah memakai keramik. Kesan ruangan juga lebih dingin karena panas diserap oleh plaster tersebut.

4.Keramik lantai kw3 disamarkan dengan nat yang besar, merupakan salah satu alternatif lantai yang lebih murah. Daripada memakai keramik KW 1 dengan sedikit nat, bisa juga dengan memperlihatkan nat hingga 5cm jarak antara keramik.

5.Tanpa plafon, dengan tanpa plafon, maka kita menghemat banyak biaya untuk pembuatan plafon, namun kita juga bisa mengakalinya dengan, misalnya menggunakan kerai bambu untuk menutup bagian bawah atap yang terlihat. Kerai bambu bisa menghemat biaya namun lebih lekas diganti. Meskipun begitu, ada jenis genteng yang memang terlihat bagus dari bawah sehingga pada ruangan tertentu, bisa tidak ditutup bagian bawahnya, misalnya genteng karangpilang.

6.Struktur dibuat sesederhana mungkin dengan kekuatan struktur yang memadai, namun tidak usah terlalu bereksperimen dengan bentuk bentuk rumit untuk menekan biaya. Struktur ini berhubungan dengan banyak aspek rancangan arsitektur dan teknik sipil, dialog antara arsitek dan ahli sipil bisa memberikan banyak masukan untuk menekan biaya pembangunan.

7.Pembangunan rumah bisa dilaksanakan dengan membangun hingga luasan yang ditentukan, tanpa mengurangi luasan tersebut, namun mengurangi biaya untuk material, struktur konstruksi baik dari desain arsitektur ataupun dari teknik sipilnya. Mendesain dengan arsitek dengan dukungan teknik sipil yang baik akan mampu menghasilkan sinergi untuk mengurangi banyak biaya.

8.Bagian-bagian yang dibuat ekspos tanpa finishing, akan bisa diperbaiki atau diselesaikan bila ada dana lagi. Meskipun begitu banyak dari segi material tanpa finishing yang justru memperlihatkan estetika yang baik.

Biaya membangun yang paling banyak biasanya untuk struktur dan finishing, struktur konstruksi bisa mencapai 50% lebih dari biaya keseluruhan pembangunan, demikian juga dengan finishingnya. Salah satu cara untuk menekan biaya adalah dengan menyederhanakan desain struktur bangunan, atau meminimalkan finishing.

Yang dimaksud sistem konstruksi adalah
- pondasi
- sloof
- kolom
- balok
- dak beton
- konstruksi atap: kuda-kuda, gording, usuk, reng
- struktur besi hollow carport
- rangka plafon
- rangka tangga
- dak tangga
- dsb

contoh finishing:
- keramik
- parket
- batu alam tempel
- kayu ekspos tempel
- cat
- wallpaper
- penutup plafon: gypsum, dsb
- penutup tangga
- karpet
- gorden
- kusen dan daun pintu jendela
- dan sebagainya

Pemilihan struktur dan material finishing yang dipakai berkaitan dengan desain arsitektur, sistem struktur dan sebagainya yang pada akhirnya merupakan sebuah sinergi, untuk mewujudkan rumah impian.

Sumber : astudioarchitect.com

Tips Menghemat Anggaran Pembangunan Rumah Baru (Bagian 1)

Banyak diantara kita yang menghitung biaya membangun rumah dari ukuran per meter bangunan. Hal ini tak asing lagi, karena biasanya bila kontraktor memberikan harga final untuk biaya membangun rumah yang kita lakukan, terdapat pula biaya 'per meter persegi' bangunan. Berbagai faktor mempengaruhi biaya membangun per meter, antara lain luas bangunan yang akan dibangun, harga material bangunan, peralatan, ongkos tukang, izin membangun bangunan ke pemerintah setempat, fee arsitek, fee kontraktor, instalasi listrik, air, gas (bila ada), pembuangan aliran air kotor serta pajak.

Terdapat beberapa biaya yang dibutuhkan saat membangun, diluar biaya material bangunan. Biaya untuk arsitek misalnya, biasanya ditentukan dari kesepakatan dari kedua pihak yaitu pemesan desain dengan arsitek secara langsung. Biaya pembangunan lain yang dikeluarkan oleh pemilik rumah selanjutnya adalah fee kontraktor untuk membangun rumah tersebut sampai terselesaikan. Biaya lainnya berupa upah tukang, pajak bangunan, listrik, air dan lain-lain.

Pemborosan yang mungkin terjadi dalam membangun misalnya seperti perlengkapan bangunan yang berupa finishing dipilih dari material yang mahal, misalnya jenis cat dinding, jenis kayu, jenis material plafon, jenis engsel, jenis keramik, dan sebagainya. Meskipun ukurannya kecil-kecil, sering menyedot biaya banyak seperti engsel-engsel pintu. Pemborosan bisa juga dari segi desain yang selalu berubah-ubah karena perencanaan bangunan yang dibikin asal-asalan. Desain harus sudah fix sebelum membangun agar tidak ada perubahan di tengah pembangunan sehingga dana jelas membengkak dari asal rencana anggaran awal. Konsep 'tambal sulam' sangat tidak ekonomis dan biayanya lebih mahal. Terkadang dari material juga dipilih bahan yang terbaik agar lebih kuat dan tahan lama, seperti bata merah yang berkualitas dibandingkan dengan batu merah yang murahan dapat dibedakan dari ukuran dan bentuk yang rapi serta dari kualitas pembakaran batanya.

Menghemat Biaya Per Meter Bangunan
Biaya material dapat dihemat dengan membuat desain rumah yang sederhana tanpa detil yang rumit. Jarak ruangan yang dianjurkan adalah 3 hingga 4 m agar kolom dan tiang dapat dipasang di tiap ujung titik pojok ruangan dan dengan begitu tidak perlu kolom tambahan yang dapat menambah biaya yang sebetulnya dapat diminimalkan. Atap pelana lebih hemat dibanding atap jenis lainnya karena bisa menggunakan kolom praktis dan gewel yang lebih efisien dan hemat biaya.

6 Tips membangun lebih hemat adalah sebagai berikut:
1. Gunakan Arsitek agar desain lebih tepat guna (tidak boros dan tidak tambal sulam)
2. Proses membangun bisa dilakukan sendiri bila memungkinkan (tapi kadangkala karena berbagai ketidak tahuan malah biaya membengkak).
3. Cari bahan material berkesan alami yang terdapat banyak di daerah Anda sehingga berharga lebih murah dengan mencarinya sendiri ke daerah tersebut, setidaknya untuk referensi Anda saat mengobrol dengan kontraktor.
4. Acian dinding dapat dikurangi dengan memakai dinding bata, batako, bata blok, atau bataton yang dibiarkan alami di sebagian dinding, dengan begitu semakin tampak alami dan murah karena tidak mengeluarkan biaya acian. Bila sudah ada dana nanti saja baru diaci.
5. Pilih dari jenis material kayu kusen, kuda-kuda atap dan genteng yang sesuai untuk budget Anda, terdapat berbagai jenis dari material tersebut.
6. Untuk bahan finishing kita dapat memilih material seperti cat, keramik, handle pintu, dan sebagainya yang berkualitas menengah, usahakan yang terlihat tidak murahan dan tidak gampang rusak.

Sumber : astudioarchitect.com